Menabur Kebaikan
“Janganlah kamu lupa untuk berbuat baik, dan memberikan bantuan, sebab kurban-kurban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” (Ibrani 13:16)
Ketika
kita menabur kebaikan, kita juga akan menuai kebaikan. Tuhan telah memberkati
kita dengan anugerahNya yang berlimpah di dalam hidup kita. Berkat dan anugerah
Tuhan itu yang kita rasakan di dalam kehidupan kita sehari-hari baik untuk kita
taburkan dan bagikan untuk sesama kita.
Kita
diciptakan Tuhan untuk dapat berbuat baik bagi sesama. Berbuat baik adalah
sebuah kesempatan bagi kita mewujudkan kasih Tuhan. Sama seperti Kristus telah
mengasihi dan memberkati kita, maka kita pun juga belajar untuk mengasihi dan
menabur kebaikan bagi sesama.
Masih
relevankah untuk menolong sesama? Di era yang serba cepat dan individualis,
kadangkala orang hanya berpikir untuk dirinya sendiri atau kelompoknya saja
sehingga mengaburkan pada kebersamaan. Berbuat kebaikan dengan hal-hal yang
kecil akan menjadikan sukacita bagi orang lain. Ibu Teresa pernah berkata, “lakukanlah
hal-hal kecil dengan cinta yang besar.” Dampak dari kita menolong dan
memberikan kebaikan bagi sesama tentulah akan meringankan beban orang lain
serta menciptakan kedamaian dalam kebersamaan.
Dengan
menolong, kita telah mewujudkan kepedulian sejati bagi sesama. Kita perlu meningkatkan
empati untuk memahami, merasakan, atau merasakan kesulitan yang dialami orang
lain. Aksi kecil yang bermakna bisa kita lakukan melalui berdonasi, memberikan
bantuan kepada orang yang membutuhkan, dll. Kebaikan-kebaikan kecil yang sering
kita lakukan akan menjadi kebiasaan yang baik dan menjadi berkat bagi sesama.

Komentar
Posting Komentar