Keluarga yang Bertekun dalam Doa
(Kisah Para Rasul 2:42)
Doa
adalah nafas hidup orang Kristen, artinya doa menjadi hal penting di dalam
kehidupan orang percaya. Setelah para murid menyaksikan Yesus terangkat ke
surga, mereka harus menjalankan misi yang telah disampaikan-Nya. Yerusalem
menjadi daerah pertama untuk menantikan janji Tuhan. Disebutkan perjalanan
mereka adalah “seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem”, itu menandakan jarak
antara bukit Zaitun ke Yerusalem berjarak dua ribu hasta atau sekitar dua ribu
langkah. Suatu jarak yang ditentukan oleh tradisi orang Yahudi untuk
menghormati hari Sabat. Perjalanan mereka kembali ke Yerusalem pun dipenuhi
rasa waspada karena orang Yahudi masih mengawasi para pengikut-Nya.
Setibanya
di Yerusalem, mereka menuju sebuah rumah yang memiliki ruang atas. Mereka
diberikan tempat oleh seseorang untuk berkumpul tiap-tiap harinya. Hal ini
menggambarkan para murid memiliki tempat khusus untuk sembunyi dan berkumpul,
supaya tidak ada orang yang mengetahui atau mencurigai terhadap perkumpulan
mereka, yaitu Petrus, Tomas, Bartolomeus, Matius, Yakobus bin Alfeus, Simon
orang Zelot, dan Yudas bin Yakobus. Rumah itulah yang kemudian menjadi tempat
mereka berdoa bersama, bahkan mereka ditemani beberapa perempuan termasuk
Maria, ibu Yesus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama
(ay.14).
Setelah
Yesus naik ke surga, para murid mesti menjalani tugas pekabaran Injil-Nya pada
setiap orang. Tugas itu bukanlah tugas yang mudah, karena itu mereka selalu
menyelidiki setiap maksud Tuhan dalam hidup mereka. Mereka berdoa untuk meminta
hikmat dan berharap akan janji Tuhan yang telah disampaikan Yesus. Doa bersama
yang mereka lakukan dengan bertekun dan sehati menunjukkan bahwa mereka semua
percaya pada Tuhan. Mereka sadar bahwa sebagai cara mereka tetap berharap dan
meminta pertolongan Tuhan. Doa juga sebagai cara mereka berkomunikasi dengan
Tuhan.

Komentar
Posting Komentar