Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Peace is My Lifestyle

Gambar
  “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraku Kuberikan kepadamu, dan Aku memberi kepadamu tidak seperti dunia memberi. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”(Yohanes 14:27) Kita hidup di zaman yang penuh tekanan. Kita diperhadapkan dengan konflik, selisih pendapat, gesekan dengan sesama yang kadang mengakibatkan pertengkaran dan perselisihan. Sebagai orang percaya, damai bukan sekadar perasaan sesaat, melainkan gaya hidup (lifestyle) yang lahir dari hubungan yang intim dengan Kristus. Kadang orang berkata, “Saya akan berdamai jikalau kamu mau melakukan ini dan itu untukku.” Banyaknya tuntutan yang kita berikan kepada orang lain sehingga menjadikan damai hanya sekadar hanya dipermukaan saja, tidak sampai ke dasar hati. Akan tetapi kita sebagai anak Tuhan diingatkan untuk membawa damai sekalipun masih ada masalah yang belum selesai, justru disanalah panggilan kita. Damai adalah hadiah dari Tuhan yang tidak bergantung pada keadaan dan situasi sehingga tidak dipengaru...

Keluarga Hidup Indah

Gambar
Banyak orang mengira bahwa hidup yang indah adalah hidup yang tanpa masalah—serba kecukupan, selalu tertawa, dan berjalan mulus tanpa hambatan. Namun, jika kita melihat lebih dekat ke dalam sebuah rumah, kita akan menemukan bahwa keindahan sebuah keluarga justru terukir dari untaian perbedaan, perjuangan, dan penerimaan. Keluarga adalah lembaga pertama yang Allah bentuk dan diberkati-Nya. Di dalamnya, kita dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki sifat, ego, dan sudut pandang yang berbeda. Seringkali, perbedaan ini memicu gesekan. Namun, di situlah letak keindahannya. Keluarga bukan tempat berkumpulnya orang-orang sempurna, melainkan tempat di mana kita belajar menggenapi firman Tuhan: "Sebab sama seperti tubuh itu satu dan anggotanya banyak, dan semua anggota tubuh itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus." — 1 Korintus 12:12 Untuk mewujudkan keluarga yang hidupnya benar-benar indah sesuai dengan rancangan Allah, ada tiga pilar utama yang ...

Bumi Ini Milik-Mu

Gambar
"Betapa banyaknya perbuatan-Mu, ya Tuhan, segala Kau jadikan dengan hikmat, bumi penuh dengan ciptaan-Mu." (Mazmur 104:24) Jika kita melayangkan pandangan ke sekeliling kita—dari bentang alam pegunungan yang kokoh, hamparan sawah yang menghijau, hingga keteraturan musim yang kita alami sehari-hari—kita sedang menyaksikan sebuah mahakarya. Pemazmur dalam Mazmur 104 tidak sekadar mengagumi keindahan alam secara estetis, melainkan sedang menaikkan pujian teologis yang sangat dalam. Ia menyadari bahwa setiap jengkal dari alam semesta ini memancarkan sidik jari Allah. Ada tiga perenungan penting yang bisa kita petik dari Mazmur 104:24 mengenai hubungan kita dengan bumi ciptaan Tuhan ini: 1. Bumi dan Segala Isinya adalah Ciptaan Tuhan Kalimat "Betapa banyaknya perbuatan-Mu... bumi penuh dengan ciptaan-Mu" menegaskan status kepemilikan. Bumi ini bukan milik manusia; bumi ini milik Tuhan. Manusia sering kali bertindak seolah-olah mereka adalah pemilik mutlak yang ...

APAKAH KITA TANAH YANG BAIK ?

Macam macam warna tanah yang ada di Indonesia begitu beragam. Ada yang warna tanah Abu-abu, Merah, Hitam, Coklat dan lainnya. Tanah adalah sumber kehidupan dan sumber hidup bagi tumbuhan dan pohon. Cerita tentang tanah dan benih dalam Perjanjian Baru salah satunya adala dalam Injil Matius. Kitab Matius menceritakan bagaimana perumpamaan tentang seseorang yang menabur benih. Benih itu jatuh di berbagai macam tanah yang ada. Antar lain tanah yang berbatu, tanah yang ditumbuhi semak duri, tanah yang ditepi jalan dan tanah yang subur. Seringkali kita bertanya apakah saya adalah tanah yang baik itu? tentu jika  kita ditanyakan tentang hal ini, pasti kita akan menjawab, tentu kitalah tanah yang baik itu. tetapi faktanya, ke Empat tanah diatas sebenarnya adalah gambaran hati kita. Hati yang dinamis dan terus berproses ada saaatnya hati kita bagai tanah yang gersang, bagai tanah yang berbatu atau bisa juga bagai tanah yang ada disela-sela duri. Jika diumpamakan hati kita dan hidup kit adal...